Treesmie

tempat kata bertumbuh dan hati beristirahat

๐ŸŒท Puisi

Masuk ke Puisi →

๐Ÿค Tentang Sahabat

Baca di sini →

๐ŸŒฟ Renungan

Lihat Renungan →

☀ Keseharian

Ikuti Cerita →

๐ŸŒธ Puisi Seri

Kumpulan puisi bersambung.

Buka Seri →

✨ Puisi Tunggal

Puisi yang berdiri sendiri.

Buka Tunggal →

๐ŸŒฟ Renungan

Catatan kecil yang menenangkan.

Buka Renungan →

Selasa, 24 Februari 2026

๐ŸŒฑ Renungan Treesmie

Saat Aku Memilih untuk Tinggal

Ada masa ketika aku terbiasa berjalan setengah hati.
Tidak benar-benar pergi,
tapi juga tidak sungguh-sungguh tinggal.

Mungkin karena takut salah memilih.
Mungkin karena khawatir kecewa.
Atau mungkin karena lebih mudah hidup dalam kemungkinan,
daripada menghadapi kenyataan.

Lalu suatu hari aku menyadari,
hidup tak bisa terus dijalani dengan ragu.
Ada saatnya kita harus berhenti bersembunyi
di balik kata “nanti”.

Memilih bukan berarti pasti berhasil.
Memilih juga bukan berarti tanpa risiko.
Namun memilih dengan sadar
adalah bentuk keberanian yang paling jujur.

Keberanian untuk berkata:
aku siap mencoba.
Aku tidak lagi bermain aman.
Aku tidak lagi menembak untuk sekadar tidak meleset—
aku melangkah karena aku memang ingin melangkah.

Dan mungkin,
di situlah hidup mulai terasa utuh.
Bukan karena semuanya mudah,
tetapi karena hati tidak lagi terbelah.

Hari ini aku belajar satu hal sederhana:
lebih baik melangkah dengan sadar,
daripada diam dalam keraguan yang tak pernah selesai.

— ditulis setelah memahami arti sebuah pilihan

— Treesmie

Senin, 23 Februari 2026

๐ŸŒท Puisi Treesmie - ✨ Saat Waktu Memilih Diam

Rintik hujan jatuh satu-satu,
berlabuh di ujung daun yang gemetar.
Angin berbisik pelan,
membawa kabar dari waktu yang memilih diam.

Aku duduk menatap jendela,
mengingat hal-hal yang pernah tumbuh,
dan yang diam-diam gugur
tanpa sempat berpamitan.

Mungkin begitulah hidup,
tak selalu tentang kuat bertahan.
Kadang cukup tahu kapan harus diam,
dan membiarkan hujan meredakan hati.

“Ada tenang yang lahir setelah hujan selesai bercerita.”
— Treesmie

☕ KESEHARIAN TREESMIE - Dari Benang dan Niat Baik

“Rasa ingin mencoba lebih besar daripada ragu.”

๐ŸŒฟ Tiba-tiba sebuah ide melintas pelan — aku ingin membuat sesuatu dengan tanganku sendiri. Sebuah kenang-kenangan kecil untuk sahabat yang sedang berkunjung ke Bandung.

๐Ÿงถ Belum pernah membuat cover key chain crochet sebelumnya, tapi rasa ingin mencoba lebih besar daripada ragu. Malam itu aku membuka kotak benangku, membiarkan warna-warna menyapa mata.

๐Ÿ’™ Pilihanku jatuh pada biru kehijauan, kupadukan dengan abu muda. Entah mengapa, kombinasi itu terasa tenang — seperti langit yang menyentuh kabut.

๐Ÿชก Aku mulai merangkai: chain, magic ring, single stitch, slip stitch… istilah-istilah yang dulu terasa asing, kini perlahan akrab di jemariku.

๐ŸŒ™ Saat akhirnya selesai, aku menatap hasilnya cukup lama. Tidak seindah bayanganku, tidak sesempurna yang kubuat di kepala — tapi ada cinta yang tertinggal di setiap simpulnya.

✨ Masih ada satu malam lagi sebelum kami bertemu. Sahabatku yang datang dari jauh, dari negeri seberang lautan.

๐ŸŒธ Akankah besok aku berhasil membuatnya lebih baik? Aku tersenyum pada diriku sendiri. Mungkin bukan tentang sempurna, tapi tentang keberanian mencoba lagi.

Dan di dalam hati kecilku, ada suara yang berbisik lembut: pasti bisa.

“Yang dibuat dengan hati, selalu menemukan caranya untuk berarti.”

Treesmie

๐ŸŒท Puisi Treesmie #8

Doa di Keheningan Malam

Saat tertunduk dalam doa,
kusematkan namamu di antara lirihku.
Janganlah hal buruk menyentuhmu, Sahabat.

Aku percaya,
Tuhan tak pernah memberi beban
melebihi kuatnya pundak manusia.
Dan engkau…
adalah jiwa yang ditempa untuk bertahan.

Di hening malam,
tetes hujan menyentuh dedaunan,
mengetuk kaca jendelaku pelan.
Aku bersujud di hadapan-Mu, Tuhanku.

Engkaulah Allah yang berkuasa,
langit dan bumi dalam genggaman-Mu,
segala hidup berada di tangan-Mu.

Dengan segala kelemahanku,
aku datang membawa satu nama.
Angkatlah sakit yang menggerogoti tubuhnya,
ringankanlah beban yang menyesakkan dadanya.

Dengan hati yang rapuh,
aku memohon belas kasih-Mu.
Apa pun yang Engkau anggap baik,
jadikanlah itu bagian terbaik baginya.

Dalam kegundahan,
aku tetap belajar bersyukur —
karena Engkau hadir,
bahkan di tengah kesesakan.

Air mataku tak jatuh sia-sia,
Engkau menampungnya dalam kirbat-Mu.

Di dalam nama Putra-Mu yang tunggal,
Yesus Kristus,
kuserahkan doa ini
pada keheningan malam.

Amin.

“Doa yang tulus selalu menemukan jalannya menuju kasih.”

Treesmie

☕ KESEHARIAN TREESMIE - Bertumbuh tanpa suara

๐ŸŒฟ Ada hari-hari ketika aku hanya ingin duduk diam, menatap layar, dan tersenyum pelan. Bukan karena semuanya telah sempurna, tetapi karena aku mulai melihat diriku bertumbuh — tanpa suara, tanpa tergesa.

๐Ÿ‚ Belakangan ini aku menyentuh hal-hal baru, yang dulu hanya kupandangi dari jauh. Kamera, tulisan, ruang kecil bernama mimpi. Setiap kali satu foto tersimpan, atau satu paragraf selesai kutulis, ada aliran tenang yang mengalir di dalam dada.

๐ŸŒฑ Beberapa karyaku mulai menemukan tempatnya. Belum besar, belum gemerlap — namun cukup untuk membuatku percaya bahwa langkah kecil pun berarti.

๐ŸŒธ Dan Treesmie, rumah sunyi di antara kata, perlahan berubah menjadi taman. Di sanalah aku menanam keberanian, menyiramnya dengan sabar, dan belajar menikmati proses tanpa terburu waktu.

๐Ÿƒ Kadang aku tersenyum sendiri. Hidupku mungkin tidak lantang, tetapi di dalamnya ada hal-hal kecil yang setia tumbuh — damai setelah menulis, syukur setelah mencoba, dan hati yang belajar lebih lembut pada diri sendiri.

๐Ÿ’ซ Mungkin bahagia memang bekerja seperti itu — tidak selalu datang sebagai perayaan, melainkan sebagai ketenangan yang pelan-pelan menetap.

๐ŸŒ™ “Yang tumbuh perlahan, biasanya bertahan lebih lama.”

Treesmie